Rab. Sep 28th, 2022

PMII Rayon Syari’ah mengadakan diskusi online pada Selasa (29/12/2020) melalui aplikasi vidioconfrence Google Meet. Diskusi ini dilaksanakan dalam rangka membedah Buletin PERISAI (Pemikiran Rayon Syariah Progresif) edisi 51 yang merupakan produk eLKaP (Lembaga Kajian & Penerbitan) PMII Rayon Syari’ah.

Buletin kali ini mengangkat tema “Senjakala Demokrasi di Masa Pandemi” tema ini dipilih sebagai bentuk reaksi mahasiswa, khususnya kader PMII, dalam melihat kondisi demokrasi hari ini yang semrawut.

“Tema ini diambil tidak lain sebagai bentuk upaya kami (mahasiswa) dalam menanggapi situasi demokrasi pada masa ini, oleh karena itu isinya banyak berbentuk kritik,” jelas Rusda, pimpinan redaksi buletin sekaligus koordinator eLkaP (Lembaga Kajian dan Penerbitan).

Diskusi kali ini diisi oleh para pemikir dan aktivis seperti Cahyono yang merupakan peneliti elsa (Lembaga Studi Agama) dan Naufal Sebastian seorang aktivis hukum yang mengabdi di LBH Semarang.

Dengan dimoderatori oleh pimpinan redaksi buletin, diskusi sore ini berjalan dengan lancar dan menarik. Terdapat penghargaan serta kritik membangun yang diberikan oleh para pemateri maupun peserta.

Seperti yang dikatakan Cahyono, bahwa tema yang diangkat kali ini cukup menarik, karena banyak menyuguhkan kejadian-kejadian yang berdampak pada esensi demokrasi di Indonesia, meskipun butuh beberapa perbaikan dalam hal teknis.

Tak hanya itu, apresiasi juga disampaikan oleh Naufal Sebastian “Ini hal yang sangat menarik dan patut diapresiasi, karena tidak banyak temen-temen organisasi yang progres dan rutin membuat dan menerbitkan ide-idenya seperti ini”, ucapnya.

Pada akhir diskusi pemateri juga mengingatkan kepada anggota PMII Rayon Syari’ah agar semangat dan jangan malu untuk menuangkan idenya. Hal ini ditanggapi sangat baik dan didukung penuh oleh PMII Rayon Syari’ah yang sudah menyiapkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan bagi setiap anggotanya.

Reporter: Fajri Zain