Rab. Des 7th, 2022
Foto : Google.com

Oleh : Mega Diah Wati

Serial film la casa de papel atau bisa di sebut dengan rumah kertas, ini merupakan salah satu serial film yang memiliki 15 episode dengan masing-masing episode berdurasi 70 menit. Film ini sebenarnya tayang dalam lingkup nasional Sepanyol, lebih tepatnya pada salah satu stasiun telvisi miliki negaranya yaitu Antena 3. Film ini juga bermulai pada tanggal 2 mei 2017 dan berakhir pada 23 november 2017. Yang kemudian di akhir 2017 Netflik membelinya dan memiliki hak untuk menayangkan secara gelobal. Dari 70 menit per episode menjadi 40 menit dan menjadikan kembali 45 per episode.

Menariknya pada sesi season 3 dan 4 di tahun 2018-2020. Setelah tayang di Netflik, Money Heist membidik semua penonton, tak hanya lingkup Sepanyol saja lingkup luar Speanyol juga meliputnya. Sehingga tak mustahil rasanya serial film ini kemudian menjadi serial film terbaik oleh Amy Award pada di tahun 2018 lalu. Film Money Heist sebetulnya menceritakan tentang sekelompok perampok, yang memiliki rencana untuk membajak badan percetakan uang sepanyol, dan mencetak uang senilai 2,4 Euro.

Dalam film ini juga terdiri dari 8 orang yang memiliki nama samaran kota yaitu, Tokyo, Moskow, Berlin , Denver, Nairobi, Rio, Oslo, Berlin dan Helsinki. Mereka semua di pimpin oleh profesor, seperti yang kita ketahui nama profesor adalah nama sosok orang yang cerdas, dan hidupnya sosok profesor ini tidak jauh-jauh dari kertas, seperti membaca, menganalisa dan juga menuliskan serta mengaplikasikanya. Profesor tersebut adalah dalang di balik perampokan terbesar dalam sejarah film ini.


Perannya di balik layar ia (Profesor), sudah melakukan rencananya dalam bertahun-tahun dan sudah di diskusikan dengan suadaranya yaitu Berline. Artinya Profesor menyusun rencananya dengan detail, bahkan bisa dibilang sosok yang amat jeli. Masing-masing saudara profesor memiliki keahlian, meski ada beberaa penyakit gila yang selalu datang tiba-tiba muncul padanya, yaitu seperti penyakit psikopat, dan antagonisme. Namun menariknya selain sifat kegilaanya saudara Profesor, tentu memiliki sifat yang sangat kontributor (Solidaritas).


Ciri khas dari film ini, adalah ketika para perampok mengenakan jamsuit berwarna merah, dengan topeng terkenal dari negaranya yaitu sepanyol yakni Salvador Dali. Di dalam serial ini juga lagu Bella Ciao terlihat mendominasi, amat asing sekali tentunya jika kita tidak telusuri makna Bella Ciau. Bella Ciao merupakan salah satu lambang perlawanan dari italia di tahun 1922-1945, di tahun tersebut Italia sedang di serang oleh Fasisme yang berkepahaman dengan kepemimpinan yang otoriter atau bisa di sebut diktator selama perang dunia ke 2.


Dilansir dari salah satu jurnal yakni Berdikarioline, Bella Ciao bisa juga di sebut dengan lagu rakyat Italia yang berfungsi sebagai pembangkit semangat kaum partisan, untuk melawan penindasan kaum fasis Nazi dan Mussolini. Di lain sisi, ketika adanya pemimpin Faisme munculah sebuah kelompok perlawanan mendefiniskan dirinya adalah partisipan atau suka relawan. Para partisipan ini telah mengorbankan jiwa dan raganya demi membebaskan Italia dari kekejaman Fasisme.


Tema perampokan ini menuai banyak kontroversial, dimulai dari segi orang yang berpandangan menstrime, seperti mengajarkan buruk pada orang lain karena ada strategi perampokan. Film ini hampir sama dengan filosofis Joker, akan tetapi berbeda ketika kita sudah tahu jalan atau alurnya. Namun disisi lain, cerita ini sangatlah berlian , ketika sosok Profesor menjemputi murid-muridnya upaya bersekongkol untuk melancarkan semua ideanya.
Profesor dan anggotanya melakukan ini, tentu bukan Semata-mata karena uang, melainkan untuk melawan sistem. Atau bisa disebutkan dengan pemberontakan melawan kapitalisme, pemberontakan terhadap pemerintah. Penjelasan dari profesor cukup sangatlah rasional, ketika Requel Murilio sang insfektur polisi (penyelidik) mengetahui bahwa sosok yang di sukainya adalah dalang yang sedang ia incar.


Di dalam film ini, kita di todongkan dengan mata dan pola pikir mana yang lebih jahat, dengan mengibaratkan perampok atau orang yang menciptakan uang. Mengingat pada tahun 2011 bank sentral Eropa mencetak uang senilai 171 milyar Euro secara tiba-tiba. Profesor mencoba menjelaskan kemana uang itu pergi. Menuju bank untuk memperkaya orang yang sudah kaya, apakah ada orang yang menyebutkan ia adalah pencuri ? justru tidak ada ! Mereka justru menyebutnya dengan Injeksi likuiditas, yakni menjaga kelancaran kebutuhan uang perbankan di dalam negeri.


Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa sebetulnya para perampok ini sedang melakukan sama persisnya apa yang dilakukan bank sentral Eropa. Akan tetapi bukan hanya memperkaya orang yang sudah kaya menjadi kaya dan menambah kaya. Serial ini justru membuka mata penontonya, kita semua mana yang baik dan mana yang buruk. Artinya kita di todongkan dengan mata kepala kita sendiri dengan empirismenya serta realitas sosialnya.


Serial ini juga mencoba mencontohkan pada kita dalam kehidupan sosial, seperti kita juga di todongkan hidup saling menolong satu sama lain terutama adalah timnya sendiri. Meski demikian setiap tim menuai banyak konflik. Seperti menghianati dan berkudeta karena ketidak sepakatan visi misi ketika perampokan berlangsung.


Menariknya, ketika masing-masing anggota mempunyai emosi yang tinggi saat tibanya emosi terjadi, beberapa anggota juga ada yang mampu menengahkan masalahnya, sehingga masalah terselesaikan dengan baik dan rapi. Dan sisi yang paling mengena adalah ketika pada saat profesor menyampaian pesan dalam perkuliahanya berlangsung pada anggotanya, ia menyampaikan dalam misi perampokan ini di haruskan tidak ada yang mati, karena kematian merupakan bentuk kepengecutan kita.