Sen. Nov 28th, 2022


Pemantik: Ayu Rikza (Part of FORMUJERES)
Moderator: Fia Maulidia (Pengurus PMII Rayon Syariah)
Notula: Naila Salsabila (Mahasiswi Jurusan HKI Angkatan 2020)


Zaenab Muhammad al-Ghazali al-Jibli seorang wanita yang lahir di Mesir pada 2 Januari 1917. Nasabnya yang terhubung dengan Umar bin Khattab dari ayahnya. Ayahnya ialah seorang pemimpin kaum agama lokal. Beliau dituntut ayahnya harus bisa mengintegrasikan agama. Beliau terinspirasi oleh ayahnya, ia juga bergabung di seorang perempuan yang disebut persatuan feminisme Mesir


Beliau wafat pada tahun 2005. Beliau berkata bahwa perempuan muslim itu harus dipenuhi haknya, perempuan harus ditempatkan di tempat yang lanyak, ditempatkan menjadi ibu di masa depan.


Maka dari itu perempuan muslim harus memiliki hak-hak yang menunjang. Perempuan harus belajar semua hal, sehingga bisa menumbuhkan anaknya dengan proses ini. Jadi, anaknya paham tentang Islam dan politik.


Pemikiran beliau mengenai perempuan muslim dalam islam:
a. Bahwa perempuan muslim merupakan aspek fundamental dari keberhasilan masyarakat Islam. Untuk itu harus memenuhi dakwah ysng bersifat keagamaan. Perempuan muslim tidak termarginalisasi, bahwa mereka harus terpenuhi haknya dan ditempatkan sebagai ibu dari generasi muslim masa depan. Kemudian secara keagamaan harus mapan, untuk dapat memberikan kontribusinya dalam perempuan muslim.
b. Soal kemampuan intelektual, baik laki-laki maupun perempuan wajib menuntut ilmu.
c. Soal keuangan, beliau tidak membahas mengenai waris, tapi pada ranah zakat. Bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama harus memiliki kemampuan finansial yang mencapai batas minimal zakat.
Peran perempuan dalam masyarakat islam:
a. Sebagai pendidik
b. Sebagai pembangun
c. Dan sebagai ibu dalam masyarakat
Islam tidak melarang perempuan terlibat dalam kehidupan publik, karena kehidupan publik tidak mengganggu kewajibanya di rumah.

Pertanyaan

  1. Bagaimana mengimplementasikan islam tradisional yang ramah terhadap perempuan?
  2. Apakah istilah “feminisme islam” Itu sendiri digunakan oleh Zainab al-Ghazali?
  3. Jika melihat pengaruh Zainab al-Ghazali terhadap gamal abd naser. Lantas seperti apa kita sebagai generasi muda menghadapi dekadensi moral di era modern zaman sekarang?
  4. Apa saja tugas-tugas dosmetik yang menurut Zainab al-Ghazali menjadi tanggung jawab perempuan? Sebab ada yang berpendapat bahwa islam perempuan tidak diwajibkan mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci, memasak dll.
  5. Dalam pandangan Zainab al-Ghazali, apakah dakwah perempuan hanya sebatas untuk sesama kaum saja?
  6. Bagaimana feminisme islam menurut LGBTQ+?

Diskusi digelar via Google Meeting pada 06 Mei 2021