Rab. Sep 28th, 2022

Pmiirasya.com – Dalam rangka menyambut Hari HAM Internasional PMII Rayon Syari’ah UIN Walisongo adakan mimbar bebas.

Mimbar bebas yang dilangsungkan pada Rabu malam 5 Desember 2018 merupakan rangkaian acara dalam peringatan hari HAM Internasional yang digagas oleh jaringan peduli HAM Semarang. Acara tersebut berjalan semarak dan juga dihadiri oleh berbagai organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dan organisasi yang peduli terhadap HAM seperti FNKSDA, LBH, Mahasiswa Bergerak, dan juga jaringan peduli HAM Semarang.

Dalam acara yang digelar di lapangan FEBI UIN Walisongo ini mempersembahkan penampilan dari delegasi setiap organisasi yang hadir. Antara lain, Orasi mengenai HAM yang disampaikan oleh Ketua FNKSDA ( Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam ) yang berkenaan tentang pelanggaran HAM yang terjadi di Papua baru-baru ini. Selain, itu dalam acara tersebut juga diisi dengan pembacaan puisi dari perwakilan PMII Rayon Syari’ah.

Dan juga dalam acara yang dihadiri oleh tujuh puluhan orang ini juga diramaikan dengan penampilan akustik oleh perwakilan dari organisasi Mahasiswa Bergerak yang berasal dari Universitas Negeri Semarang ( UNNES ), dan juga narasi tentang perlawanan dari Samuel yang merupakan salah satu hadirin yang datang.

Menurut penanggung jawab mimbar bebas, Ulin Nuha “hal yang mendasari diselenggarakannya acara ini adalah untuk mengingatkan kita semua bahwa di lingkup Jawa Tengah itu sendiri masih ada tanggungan yang perlu kita selesaikan bersama dalam satu harmoni untuk melawan penggaran-pelanggaran itu,” jelasnya saat ditemui dalam acara mimbar bebas tersebut.

Saat ditanya mengenai harapan dengan diadakannya acara mimbar bebas, koordinator Lembaga Advokasi Rayon( eLSAR ) Syari’ah tersebut berharap, setelah adanya acara ini dapat menggugah semangat dalam menyikapi pelanggaran-pelanggaran HAM yang masih terjadi saat ini.

Namun, menurut Koordinator lapangan, Muhammad Rizik Fajri Tsani, menuturkan bahwa acara ini ada bertujuan untuk menunjukkan betapa pentingnya advokasi terlebih lagi dalam masalah pelanggaran HAM. ( Sidik)